Rabu, 23 Maret 2016

Indosat Ajak Perempuan Indonesia Melek Teknologi Digital



Walau jumlah perempuan di Indonesia dua kali lipat dari laki-laki, namun ternyata tidak barengi dengan kemampuan melek teknologi. Tapi, untuk jakarta sendiri jumlah perempuan yang sudah melek teknologi sudah mencapai 73%. Namun, daerah-daerah masih banyak perempuan yang belum tersentuh dengan teknologi. Misalnya saja seperti mobile digital technology seperti smartphone.

Perempuan di daerah masih sulit mengakses teknologi yang saat ini berkembang pesat. Mereka masih belum memiliki pemahaman atau pemahaman bagaimana menggunakan internet. Padahal, teknologi digital seperti internet bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.


Menjawab permasalahan ini, Indosat Ooredoo membuat rangkaian acara yang bertajuk "Women Connected to Mobile Internet: Women in Digial Era". Dengan mengambil momen Hari Wanita Sedunia, Indosat Ooredoo membuat kampanye meningkatkan akses perempuan ke mobile internet dan dunia digital.

Acara yang diselenggarakan di Digital Planet, Gedung Indosat pada 17 Maret 2016 lalu berlangsung sangat meriah. Dihadiri para perempuan pelaku bisnis, komunitas-komunitas perempuan, hingga para siswa dan mahasiswa perempuan. Acara ini diisi oleh nara sumber perempuan yang berasal dari berbagai elemen. Ada Meutya Hafid (Wakil Ketua Komisi 1 Bidang Telekomunikasi dan IT DPR-RI), Ni Luh Djelantik (Founder&CEO Ni Luh Djelantik), Destriana Cantikadewi (Founder HOPE-House of Perempuan). Kurie Suditomo (Founder Coding Indonesia) dan Nuriyah (Kelompok Soka Ayu).



Saya sangat beruntung bisa menghadiri acara yang memang didominasi oleh para perempuan-perempuan hebat. Dalam sesi talkshow, banyak informasi dan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Seperti pengetahuan tentang coding dari Kurie Suditomo. Materi ini sangat menarik perhatian saya. Kenapa? karena saya memang sangat ingin belajar tentang coding. Di dunia blogger, istilah coding memang sudah familiar. Di kalangan blogger yang saya kenal, ada Shinta Ries yang memag jago urusan coding. Nah, saya ingin sekali bisa utak-atik blog atau membuat templete sendiri seperti Shinta Ries.

Selain itu, nara sumber yang lain pun tidak kalah menginspirasi. Ni Luh Djelantik yang datang langsung dari Bali, membagi kisahnya dalam membangun usaha sepatunya. Sebelum berkembang seperti sekarang, banyak juga rintangannya. Tapi, karena kerja keras dan pantang menyerah, kini sepatunya sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan hingga ke luar negeri.

Semua narasumber yang hadir juga membagi pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi digital seperti internet. Bagaimana internet bisa menjadikan usaha yang mereka bangun dikenal banyak orang. Seperti Nuriyah dengan kelompok Soka Ayu yang kini sudah memasarkan produk batik mereka melalui sosial media. Hadirin yang hadir memberikan apaluse yang meriah, ketika Nuriyah berkata bahwa internet telah membantu mereka dalam mengenalkan produk ke masyarakat yang lebih luas.

Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo, Ripy Mangkoesubroto mengatakan bahwa di era digital seperti sekarang ini, pemberdayaan perempuan harus mencakup aspek digital. Sehingga perempuan Indonesia mampu berperan dan memiliki digital knowledge dan skill yang setara dengan kaum pria, maupun dengan perempuan di negara lain. Dengan begitu, perempuan Indonesia akan mampu meraih berbagai kesempatan yang ditawarkan oleh ekonomi digital, termasuk akses pendanaan.

Memang, di era teknologi yang sangat cepat dan masif seperti saat ini, sangat disayangkan jika banyak yang belum tersentuh. Terutama para perempuan Indonesia yang masih buta dengan teknologi digital. Padahal, perempuan Indonesia dikenal sangat kreatif dan inovatif. Lewat tangan-tangannya lah geliat UMKM berkembang pesat. Bila saja, seluruh perempuan-perempuan kreatif itu melek internet, produk-produk yang dihasilkan bisa terkenal hingga ke suluruh dunia. Dengan begitu, mereka akan berkembang dan sukses.

Hadirnya, Indosat Ooredoo seakan memberi angin segar. Semangat memberikan edukasi teknologi digital pada masyarakat khususnya perempuan, patut diacungi jempol. Semoga kampanye ini bisa mejangkau hingga ke pelosok negeri. Sehingga, tidak ada lagi perempuan yang tidak tahu bagaimana caranya menggunakan teknologi internet.



5 komentar :

  1. Sebenarnya bukan saja perempuan, bahkan masyarakat di pedesaan masih banyak yang belum tersentuh teknologi. Andai saja ada operator yang punya ide bikin acara seperti ini di pedesaan, pasti lebih keren tuh. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, banyak masyarakat yang belum tersentuh dengan teknologi digital. Semoga Indosat segera merambah ke pelosok demi masyarakat melek internet

      Hapus
  2. MUngkin sebentar lagi aku harus belajar coding nich. Nunggu anak-anak sekolah dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun mau belajar coding.. mau banget.

      Hapus
  3. Bagus acaranya, mungkin kalau bisa lebih menjangkau lagi perempuan2 lewat organisasi kemasyarakatan sosial kyk PKK dll gtu kali ya? Jd IRT pun minimal punya email hehe eh tapi koneksi inet-nya kudu dipikirin mulu nih sama pemerintah jg, spy tercapai prosentase yg tinggi buat melek inetnya.

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus